Kamis, 16 Maret 2017

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia



     Sejarah perkembangan bahasa Indonesia
1.      Peristiwa yang mempengaruhi perkembangan bahasa Indonesia
a.       Budi Utomo
b.      Serikat Islam
c.       Balai Pustaka
d.      Sumpah Pemuda

2.      Sejarah perkembangan EYD
Berdasarkan sejarah perkembangan ejaan, sudah mengalami perubahan sistem ejaan, yaitu:
a.       Ejaan Van Ophuijsen
Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu: huruf Ḯ untuk membedakan antara huruf I sebagai akhiran dan karenanya harus disuarakan tersendiri dengan diftong seperti MULAḮ dengan RAMAI. Juga digunakan untuk menulis huruf Yseperti dalam SOERABAḮA. Huruf J untuk menulis kata-kata JANG, PAJAH, SAJANG, dan sebagainya. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dan sebagainya. Tanda diakritik, seperti koma ain, dan tanda trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ‘akal, ta’, pa’, dan sebagainya.


b.      Ejaan Soewandi
Ejaan Soewandi adalah ketentuan ejaan dalam bahasa Indonesia yang berlaku sejak 17 maret 1947. Ejaan ini mengganti ejaan sebelumnya, yaitu ejaan Ophuijsen yang mulai berlaku sejak tahun 1901.
Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dan sebagainya. Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dan sebagainya. Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, kebarat2-an.



c.       Ejaan yang disempurnakan
Ejaan yang disempurnakan adalah bahasa indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya yaitu ejaan Soewandi. Perbedaan EYD dan ejan sebelumnya adalah:
‘tj’ menjadi ‘c’ : tjara menjadi cara
‘dj’ menjadi ‘j’ : djarak menjadi jarak
‘oe’ menjadi ‘u’ : oekoer menjadi ukur
‘nj’ menjadi ‘ny’ : njamuk menjadi nyamuk
‘j’ menjadi ‘y’ : sajang menjadi sayang, dan sebagainya.



3.      Perkembangan bahasa indonesia masa reformasi
a.       Munculnya media massa (bahasa pers)
b.      Bertambahnya jumlah kata-kata singkat (akronim)




Daftar pustaka
http://bahasaindonesiapedia.blogspot.co.id/2015/03/sejarah-eyd-ejaan-yang-telah.html?m=1




Kongres-Kongres Bahasa Indonesia




1. Konggres Bahasa Indonesia I (Pertama) 

Konggres bahasa Indonesia yang pertama dilaksanakan di kota Solo, Jawa Tengah yakni pada tanggal 25-28 Juni tahun 1938. Konggres pertama ini menghasilkan kesimpulan yang intinya usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendikiawan dan budayawan Indonesia pada waktu itu. 



Kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatangani Undang-Undang Dasar 1945, yang pada pasal 36 menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Diresmikannya penggunaan ejaan Republik sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya, peresmian ini terjadi pada tanggal 19 Maret 1947.



2. Konggres Bahasa Indonesia II 

Konggres bahasa Indonesia yang ke dua dilaksanakan di kota Medan, Sumatra Utara, pada tanggal 28 Oktober sampai 1 November 1954. Konggres bahasa Indonesia ke dua ini merupakan sebuah perwujudan tekad yang kuat dari bangsa Indonesia untuk terus dan terus menyempurnakan bahasa Indonesia yang dijadikan kebanggaan bagi Bangsa Indonesia. 



Presiden H.M Soeharto yang waktu itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1972, meresmikan penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) melalui sarana pidato kenegaraan pada sidang DPR yang dikokohkan dengan adanya Keputusan Presiden No.57 Tahun 1972. Mentri Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 31 Agustus 1972, menetapkan Pedoman Umum Bahasa Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).



3. Konggres Bahasa Indonesia III 

Konggres bahasa Indonesia ke tiga dilaksanakan di ibu kota Jakarta, pada tanggal 28 Oktober sampai dengan 2 November 1978. kesimpulan pada konggres bahasa yang ketiga ini adalah memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 yang memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928 dan berusaha terus untuk memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.



4. Konggres Bahasa Indonesia IV 

Konggres bahasa Indonesia ke empat diselenggarakan di Jakarta, pada tanggal 21 smpai tanggal 26 November 1983. Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda yang ke-55 disebutkan dalam keputusannya bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam GBHN, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar tercapai semaksimal mungkin.



5. Konggres Bahasa Indonesia V 

Konggres bahasa Indonesia yang ke lima dilaksanakan di Jakarta, pada tanggal 27 Oktober smpai 3 November 1988. Konggres bahasa yang ke lima ini dihadiri oleh tujuh ratusan pakar bahasa Indonesia dari Sabang sampai Merauke, hadir juga dari tamu undangan yakni perwakilan dari negara Malaysia, Brunei Darusalam, Sinmgapura, Belanda, Jerman, dan Australia. 



Pada konggres ini dipersembahkan pula sebuah karya besar dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pecinta bahasa di bumi Nusantara, yakni sebuah Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.



6. Konggres Bhasa Indonesia VI 

Konggres bahasa Indonesia yang ke enam dilaksanakan di Jakrta, yakni pada tanggal 28 Oktober sampai 2 November 1993. sebanyak 770 peserta dari Indonesia hadir dalam konggres bahasa ke enam ini, tidak ketinggalan 53 peserta dari berbagai negara juga ikut sebagai tamu, yakni negara Brunai Darusalam, Australia, Jepang, Rusia, Hongkong, India, Jerman, Singapura, Amerika Serikat dan Korea Selatan. Kesimpulan dari konggres ini adalah pengusulan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.



7. Konggres Bahasa Indonesia Ke VII 

Konggres bahasa Indonesia ke tujuh dilaksanakan di Hotel Indonesia, Jakarta, yakni pada tanggal 26-30 Oktober 1998. kesimpulan dari konggres bahasa yang ke tujuh ini ialah mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa Indonesia.



8. Konggres Bahasa Indonesia ke VIII 

Konggres bahasa Indonesia ke Delapan diselenggarakan di jakarta, yakni pada tanggal 14 samapi 17 Oktober 2003. Pada konggres bahasa kali ini para pakar dan pemerhati bahasa Indonesia menyimpulkan bahwa berdasarkan Konggres Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menyatakan bahwa para pemuda memiliki satu bahasa yakni bahasa Indonesia, maka bulan Oktober dijadikan bulan bahasa. Agenda pada bulan bahasa adalah berlangsungnya seminar bahasa Indonesia di berbagai lembaga yang memperhatikan bahasa Indonesia.



9. Konggres Bahasa Indonesia IX 

Konggres bahasa Indonesia ke sembilan dilaksanakan di Jakarta, yakni pada tanggal 28 Oktober sampai 1 November 2008. Konggres ini juga memperingati 100 tahun kebangkitan nasional, 80 tahun Sumpah Pemuda, dan 60 tahun berdirinya Pusat Bahasa. Dicanangkannya tahun 2008 sebagai tahun Bahasa, maka disepanjang tahun 2008 diadakan kegiatan kebahasaan dan kesastraan. dan sebagai puncaknya dari seluruh kegiatan kebahasaan dan kesastraan serta 80 tahun Sumpah Pemuda, diadakan konggres bahasa Indonesia ke IX. 



Konggres ini membahas lima hal utama, yakni bahasa Indonesia, bahasa daerah, penggunaan bahasa asing, pengajaran bahasa dan sastra, serta bahasa media massa. Konggres bahasa ini berskala internasional yang menghadirkan pembicara-pembicara dari dalam dan luar negeri. Pakar bahasa dan sastra yang selama ini telah melakukan penelitian dan mengembangkan bahasa Indonesia di luar negeri diberi kesempatan untuk memaparkan pandangannya dalam konggres bahasa Indonesia ke IX ini.



10. Konggres Bahasa Indonesia ke X 

Konggres bahasa Indonesia yang ke sepuluh dilaksanakan di Jakarta, yakni pada tanggal 28 Oktober sampai 31 Oktober 2013. kesimpulan dari konggres bahasa yang ke sepuluh ini ialah Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), merekomendasikan hal-hal yang perlu dilakukan pemerintah. Rekomendasi tersebut berdasarkan laporan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, serta paparan enam makalah pleno tunggal, di antaranya 16 makalah sidang pleno panel, 104 makalah sidang kelompok yang tergabung dalam delapan topik diskusi panel, dan diskusi yang berkembang selama persidangan.



Daftar Pustaka
http://www.gurungapak.com/2016/05/konggres-bahasa-indonesia.html

Bahasa Baku dan Tidak Baku

pengertian bahasa baku dan bahasa tidak baku

  1.     Bahasa baku adalah bahasa atau kata yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Sumber utama yang telah ditentukan dalam pemakaian bahasa baku yaitu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bahasa baku umumnya digunakan dalam kalimat resmi (lisan dan tertulis).
Penggunaan kata baku:
1.      Lamaran pekerjaan
2.      Karangan ilmiah
3.      Perundang-undangan
4.      Surat keputusan
5.      Nota dinas
6.      Rapat dinas
7.      Pidato resmi
8.      Diskusi penyampaian pendidikan
9.      Persuratan antar instansi
1.      Diskusi, dan lain sebagainya.

    2. Bahasa tidak baku adalah bahasa atau kata yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa indonesia. Biasanya bahasa tidak baku dipakai dalam percakapan sehari-hari.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya bahasa atau kata yang tidak baku, yaitu sebagai berikut:
a.       Pemakaian bahasa tidak mengetahui bentuk penulisn dari kata-kata yang dimaksud
b.      Pemakaian terpengaruh oleh orang yang biasa menggunakan bahasa atau kata tidak baku
c.       Pemakai bahasa tidak baku akan selalu ada karena tidak mau memperbaiki kesalahannya sendiri.



Daftar pustaka


















    Contoh 20 kata baku dan tidak baku:
Kata baku
Kata tidak baku
Contoh kalimat baku
Atlet
Bus
Cabai
Detail
Gizi
Ijazah
Izin
Istri
Lubang
Masjid
Objek
Paspor
Risiko
Sistem
Zaman
Provinsi
Napas
Merek
Kuitansi
kategori
Atlit
Bis
Cabe
Detil
Gisi
Ijasah
Ijin
Isteri
Lobang
Mesjid
Obyek
Pasport
Resiko
Sistim
Jaman
Propinsi
Nafas
Merk
Kwitansi
katagori
Ririn adalah atlet renang yang handal.
Bus tiba disekolah pukul 07:15.
Harga cabai semakin mahal.
Penyelidikan pembunuhan dilakukan dengan sangat detail.
Anak-anak di Negara Afrika 50% kekurangan gizi.
Syarat melamar kerja dengan membawa ijazah SMA.
Ririn izin selama 1 minggu karena sakit.
Istri walikota juga hadir dalam acara pernikahan itu.
Sebagian jalan menuju pasar berlubang.
Masjid disini megah dan indah.
Untuk saat ini objek yang diteliti belum pasti.
Ririn kehilangan paspor di parkiran bandara.
Risiko untuk orang-orang yang merokok adalah kanker.
Sistem pemerintahan negara ini sangat bagus.
Banyak yang telah berubah karena perkembangan zaman.
Kalimantan utara adalah salah satu provinsi yang ada diIndonesia.
Napas anak itu dari jauh sudah terdengar.
Jam tangan milik Ririn itu bermerek.
Ririn lupa mengambil kuitansinya yang ketinggalan.
Ririn terpilih sebagai pemenang dengan kategori artis yang berbakat.