Minggu, 28 Mei 2017

Pengertian Apresiasi Sastra Anak-anak



 Rangkuman Pengertian Apresiasi Sastra Anak-anak
Apresiasi berasal dari bahasa Latin apreciatio yang berarti “mengindahkan” atau menghargai”. Berarti secara harpiah apresiasi sastra adalah penghargaan terhadap karya sastra. sastra anak-anak merupakan karya yang dari segi bahasa memiliki nilai estetis dan dari segi isi mengandung nilai nilai yang dapat memperkaya pengalaman ruhani bagi kalangan anak-anak.

sastra anak-anak adalah karya sastra (prosa, puisi, drama) yang isinya mengenai anak-anak: sesuai kehidupan, kesenangan, sifat-sifat, dan perkembangan anak-anak. sastra anak-anak dapat dikatakan bahwa suatu karya sastra yang bahasa dan isinya sesuai perkembangan usia dan kehidupan anak, baik ditulis oleh pengarang yang sudah dewasa, remaja atau oleh anak-anak itu sendiri.

Fungsi sastra anak:
·      sebagai media pendidikan,
·       sebagai hiburan.


Tingkatan Apresiasi Sastra
·  Tingkat menggemari, ditandai dengan rasa tertarik pada buku karya sastra, dan keinginan membacanya sungguh-sungguh.
·   Tingkat menikmati, yaitu mulai dapat menikmati cipta sastra karena mulai tumbuh pengertian, membaca puisi anak-anak, menonton drama anak-anak.
·    Tingkat mereaksi yaitu mulai ada keinginan utuk menyatakan pendapat tentang cipta sastra yang dinikmati misalnya menulis sebuah resensi.
·      Tingkat produktif, yaitu mulai ikut menghasilkan ciptasastra di berbagai media masa

Manfaat Apresiasi Sastra
a.       melatih keempat keterampilan berbahasa,
b.      menambah pengetahuan tentang pengalaman hidup manusia seperti adat istiadat, agama, kebudayaan, dsb
c.       membantu mengembangkan pribadi,
d.      membantu pembentukan watak,
e.       memberi kenyamanan,
f.       meluaskan dimensi kehidupan dengan pengalaman baru.

















Naskah Drama.

Uang SPP
Saat itu Sinar matahari jatuh tepat di atas ubun-ubun, tampak seorang anak yang memakai seragam merah putih, sepatu hitam yang mulai pudar warnanya melangkah cepat di pinggir jalan tanpa menghiraukan panasnya terik matahari, ia tetap melangkah menuju rumahnya. Nama anak laki-laki itu Suryono, salah satu siswa SDN 013 Harapan Bangsa. Memang jarak dari rumah dan sekolahnya cukup jauh dan jalan menuju rumahnya jalan setapak yang kecil dan berlubang-lubang.
Suryono: (tiba dirumah) “Assalamua’laikum”
Ibu       : “Walaikumsalam...”
Suryono: (mencium tangan ibunya) “Bu apakah makan siang Ayah sudah diantar?” (melepas seragam sekolahnya)
Ibu       : “belum Nak, kamu makan lah dulu setelah itu pergilah mengantar makan siang ayah mu. Ibu tidak enak badan jadi kamu yang mengantarnya ya?” (menuju kamar untuk beristirahat)
Suryono: “baik Bu, Ibu beristirahatlah dulu” (kedapur mencuci tangan)

     Setelah berpamitan pada Ibunya Suryono pergi mengantar makan siang Ayahnya sekaligus nanti membantu ayahnya berkebun. Kebun Ayah Suryono terletak di bawah kaki gunung dekat dengan kampung. Sesampainya dikebun Suryono meletakkan bekal makan siang Ayahnya, kemudian memanggil Ayahnya untuk makan siang.
Suryono: (berteriak kecil) “Ayah, istirahtlah dulu. Ini saatnya makan siang”
Ayah    :” iya-iya Nak” (meletakkan cangkul, dan menuju pondok tempat suryono berada)
Suryono: (memberikan air yang berada dalam ember) “ini Yah, cuci tangan dulu”
Ayah    : (mencuci tangan) “kamu sudah makan siang Nak?”
Suryono: “iya sudah tadi dirumah” (menuangkan air minum kedalam gelas plastik dan memberikan ke Ayahnya)
Ayah      : (meminum air dan menyantap makan siangnya)

Setelah menyantap makan siang, Suryono dan Ayahnya beristirahat sambil bercerita.
Ayah      : “bagaimana dengan sekolah mu Nak? Apakah guru mu masih bertanya kapan kau harus membayar uang SPP?” (mengipas-ngipas tubuhnya dengan saung)
Suryono: “tadi saat jam pulang sekolah, guru ku memanggilku keruangnya dan bertanya kapan aku akan membayar uang SPP? Dan aku menjawab, aku akan memberitahu orang tuaku dan segera membayar unag SPP”
Ayah      : “Ayah akan berusah untuk mendapatkan uang pinjaman dulu dari tetangga. Akibat dari banjir minggu kemaren hasil panen kebun menurun dan itu sepertinya belum cukup untuk membayar uang SPP mu.jadi Ayah akan meminjam uang dulu”
Suryono: “tapi tadi kata guru ku sekolah akan memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang mendapat prestasi tertinggi dan terbaik Yah, jadi jika aku mendapatkan beasiswa itu maka semua biaya sekolah ku akan ditanggung”
Ayah      : “benarkah Nak? Kalau kamu mendapatkan beasiswa itu alangkah bagusnya nak” (tersenyum sambil menatap Suryono)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar