Rangkuman Pengertian Apresiasi Sastra Anak-anak
Apresiasi
berasal dari bahasa Latin apreciatio yang berarti “mengindahkan” atau
menghargai”. Berarti secara harpiah apresiasi sastra adalah penghargaan
terhadap karya sastra. sastra anak-anak merupakan karya yang dari segi bahasa
memiliki nilai estetis dan dari segi isi mengandung nilai nilai yang dapat
memperkaya pengalaman ruhani bagi kalangan anak-anak.
sastra
anak-anak adalah karya sastra (prosa, puisi, drama) yang isinya mengenai
anak-anak: sesuai kehidupan, kesenangan, sifat-sifat, dan perkembangan
anak-anak. sastra anak-anak dapat dikatakan bahwa suatu karya sastra yang
bahasa dan isinya sesuai perkembangan usia dan kehidupan anak, baik ditulis
oleh pengarang yang sudah dewasa, remaja atau oleh anak-anak itu sendiri.
Fungsi sastra
anak:
· sebagai media
pendidikan,
· sebagai hiburan.
Tingkatan Apresiasi Sastra
· Tingkat
menggemari, ditandai dengan rasa tertarik pada buku karya sastra, dan keinginan
membacanya sungguh-sungguh.
· Tingkat
menikmati, yaitu mulai dapat menikmati cipta sastra karena mulai tumbuh
pengertian, membaca puisi anak-anak, menonton drama anak-anak.
· Tingkat mereaksi
yaitu mulai ada keinginan utuk menyatakan pendapat tentang cipta sastra yang
dinikmati misalnya menulis sebuah resensi.
· Tingkat produktif,
yaitu mulai ikut menghasilkan ciptasastra di berbagai media masa
Manfaat Apresiasi Sastra
a.
melatih
keempat keterampilan berbahasa,
b.
menambah
pengetahuan tentang pengalaman hidup manusia seperti adat istiadat, agama,
kebudayaan, dsb
c.
membantu
mengembangkan pribadi,
d.
membantu
pembentukan watak,
e. memberi kenyamanan,
f.
meluaskan
dimensi kehidupan dengan pengalaman baru.
Naskah Drama.
Uang SPP
Saat itu Sinar matahari jatuh tepat di atas
ubun-ubun, tampak seorang anak yang memakai seragam merah putih, sepatu hitam
yang mulai pudar warnanya melangkah cepat di pinggir jalan tanpa menghiraukan
panasnya terik matahari, ia tetap melangkah menuju rumahnya. Nama anak
laki-laki itu Suryono, salah satu siswa SDN 013 Harapan Bangsa. Memang jarak
dari rumah dan sekolahnya cukup jauh dan jalan menuju rumahnya jalan setapak
yang kecil dan berlubang-lubang.
Suryono:
(tiba dirumah) “Assalamua’laikum”
Ibu : “Walaikumsalam...”
Suryono:
(mencium tangan ibunya) “Bu apakah makan siang Ayah sudah diantar?” (melepas
seragam sekolahnya)
Ibu : “belum Nak, kamu makan lah dulu setelah
itu pergilah mengantar makan siang ayah mu. Ibu tidak enak badan jadi kamu yang
mengantarnya ya?” (menuju kamar untuk beristirahat)
Suryono:
“baik Bu, Ibu beristirahatlah dulu” (kedapur mencuci tangan)
Setelah
berpamitan pada Ibunya Suryono pergi mengantar makan siang Ayahnya sekaligus
nanti membantu ayahnya berkebun. Kebun Ayah Suryono terletak di bawah kaki
gunung dekat dengan kampung. Sesampainya dikebun Suryono meletakkan bekal makan
siang Ayahnya, kemudian memanggil Ayahnya untuk makan siang.
Suryono: (berteriak kecil) “Ayah, istirahtlah dulu.
Ini saatnya makan siang”
Ayah :”
iya-iya Nak” (meletakkan cangkul, dan menuju pondok tempat suryono berada)
Suryono: (memberikan air yang berada dalam ember)
“ini Yah, cuci tangan dulu”
Ayah :
(mencuci tangan) “kamu sudah makan siang Nak?”
Suryono:
“iya sudah tadi dirumah” (menuangkan air minum kedalam gelas plastik dan
memberikan ke Ayahnya)
Ayah : (meminum air dan menyantap makan
siangnya)
Setelah
menyantap makan siang, Suryono dan Ayahnya beristirahat sambil bercerita.
Ayah : “bagaimana dengan sekolah mu Nak? Apakah
guru mu masih bertanya kapan kau harus membayar uang SPP?” (mengipas-ngipas
tubuhnya dengan saung)
Suryono:
“tadi saat jam pulang sekolah, guru ku memanggilku keruangnya dan bertanya
kapan aku akan membayar uang SPP? Dan aku menjawab, aku akan memberitahu orang
tuaku dan segera membayar unag SPP”
Ayah : “Ayah akan berusah untuk mendapatkan
uang pinjaman dulu dari tetangga. Akibat dari banjir minggu kemaren hasil panen
kebun menurun dan itu sepertinya belum cukup untuk membayar uang SPP mu.jadi
Ayah akan meminjam uang dulu”
Suryono:
“tapi tadi kata guru ku sekolah akan memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang
mendapat prestasi tertinggi dan terbaik Yah, jadi jika aku mendapatkan beasiswa
itu maka semua biaya sekolah ku akan ditanggung”
Ayah : “benarkah Nak? Kalau kamu mendapatkan
beasiswa itu alangkah bagusnya nak” (tersenyum sambil menatap Suryono)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar